Langsung ke konten utama

Garis Lingkar Huruf “o”

Apa yang ada dalam pikir
Berjalan tanpa henti
Gemuruh dalam batin
Menerka segala-gala
Ku yakin semua orang merasa
Atau entah
Setiap semua sama tak tahunya
Atau mereka berpura-pura
Dalam kasat mata
Buta dalam tak ada
Rongga-rongga ini bagaikan kutu
yang terkapar pingsan
yang tergeletak menyebalkan
Lantaran kata-kata ini tak ada
     dalam ketiadaannya
Kenapa takut
Kenapa dalam segala tiba
Kenapa segala tanya hanya
     berujung tanya yang menggurita
Lelah kaki ini tersesat di dalam labirin ketertakmengertian
mencari jalan keluar garis lingkar huruf “o”
                            Jakarta, 29 April 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan �Ahlan wa Sahlan� tapi �Marhaban� Yaa Ramadhan

Setiap menjelang bulan Ramadhan kita sering melihat, membaca dan atau mendengar ungkapan ”Marhaban Yaa Ramadhan” pada hampir setiap masjid, seakan ungkapan tersebut sudah menjadi ungkapan yang biasa-biasa saja --atau bahkan dianggap tidak berarti sama sekali-- layaknya ungkapan ”Selamat Tahun Baru” pada setiap awal tahun. Secara harfiah ungkapan ”Marhaban Yaa Ramadhan” berarti ”Selamat Datang Wahai Bulan Ramadhan”,  namun dibalik ungkapan yang sederhana tersebut sebenarnya menyimpan makna yang cukup dalam tentang keutamaan dari bulan Ramadhan. Tulisan ini berupaya mengupas sedikit tentang keutamaan tersebut Antara “Ahlan wa Sahlan” dengan “Marhaban”Ungkapan ”Ahlan wa Sahlan” dan ”Marhaban” merupakan 2 (dua) ungkapan bahasa Arab yang mempunyai arti sama yakni, ”Selamat Datang”, namun dalam penggunaannya ada perbedaan. Ungkapan  ”Ahlan wa Sahlan” biasanya digunakan untuk menyambut kedatangan suatu atau orang; sedangkan ungkapan ”Marhaban” digunakan untuk menyambut kedatanga...

surat cinta ukhuwah

urat Cinta Ukhuwah Sepotong surat ini ditulis tangan oleh saudariku (kemudian kuketik), insyaAlah kita bisa belajar apa itu ukhuwah yang sesungguhnya.. Teruntuk Saudariku yang kucintai karena Allah     Saudariku ...segala puji hanya milik Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa Tidak ada kehendak yang dapat terwujud, kecuali karena kehendakNya Begitu juga dengan pertemuan kita Tak ada yang kebetulan, tak ada yang tidak disengaja Semua telah terprogram rapi di Lauwh Mahfuz Saudariku ...saudarimu ini adalah manusia yang lemah Terkadang benar, terkadang khilaf Saudarimu ini adalah manusia biasa Terkadang ingat, terkadang juga lupa Saudariku ... Saudarimu bukanlah Abu Bakar, yang totalitas dalam persahabatan Saudarimu bukanlah Umar, yang kokoh dalam pendirian Saudarimu bukanlah Utsman, yang lembut hati dan perangainya Saudarimu bukanlah Ali, yang zuhud dalam hidup Saudarimu adalah manusia biasa yang sedang belajar m...

Awal puasa, 1 Ramadhan Muhammadiyah 28 Juni, Pemerintah 29 Juni 2014

JAKARTA,BB – inilah jadwal Imsakiyah ramadhan 2014. Awal puasa, 1 Ramadhan Muhammadiyah 28 Juni, Pemerintah 29 Juni 2014. Awal puasa pada bulan Ramadhan 1435 Hijriyah  kemungkinan berbeda antara Muhammadiyah dan Pemerintah.  Muhammadiyah sudah mengumumkan bahwa puasa pertama pada Sabtu 28 Juni 2014 . Sedangkan shalat tarwih pertama menurut Pengurus Pusat Muhammadiyah dilakukan  Jumat 27 Juni 2014 . “27 Juni menurut Muhammadiyah adalah awal malam pertama Ramadan,” kata ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta akhir April lalu.  Din memprediksi awal Ramadhan akan berbeda dengan perhitungan menurut NU dan pemerintah. “Karena waktu matahari terbenam setengah derajat, maka kemungkinan akan menambah 1 hari. Maka baru shalat tarawih perdananya 28 Juni,” ucap Din. Perbedaan awal Ramadhan 2014 tak ditapik Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thonas Djamaluddin. Menurutnya pada tanggal 27 Juni 2014, bula...