Langsung ke konten utama

SUNYI

Kali ini mentari redup
Tanpa nur menyinari ruh
Shiloet kemerahan tak lagi
Menggores birunya cakrawala

Dan…
Ketika angin menyapa
Embun telah hilang dalam genggaman daun

Awan pun kelam
Menahan tangis hujan…

Lihatlah kalbuku…
Dapatkah kau lihat pelangi
Membelah bumi?
Atau…
Dapatkah kau dengar hempasan
Ombak menggetarkan karang insan?

Sunyi…
Kesemuanya tentang sunyi

Sunyi kadang menjadi mentari
Kadang menjadi syair
Kadang menjadi gerak
Kadang juga membekukan kalbu

Kali ini…
Biarkan aku menyatu bersama alam
Mewarnai hidup dengan hijaunya daun
Membasahi kalbu dengan tetesan embun
Dan…
Menari  bersama hembusan angin

Sunyi adalah resapan jiwa
Yang semoga menuju nur ilahi…


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Romantis, Gak Jadi Mencuri Malah Dapat Berkah Seorang Istri

Kisah Romantis, Gak Jadi Mencuri Malah Dapat Berkah Seorang Istri Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami’ At-Taubah. Dia adalah sebuah masjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya. Dia sangat fakir, sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain. Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak mempunyai makanan ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya pada kondisi...